Sabtu, Desember 2, 2023

Siasat Licik Gischa Debora Aritonang Raup Rp 5,1 Miliar Hasil Tipu-tipu Tiket Konser Coldplay

Share

Medan, DUTAMEDAN.COM – Siasat licik Gischa Debora Aritonang (19) mendapatkan uang Rp 5,1 miliar hasil penipuan tiket konser Coldplay akhirnya terbongkar.

Saat ini Gischa Debora Aritonang telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.

Gischa mengimingi ratusan tiket konser Coldplay kepada para reseller. Sedikitnya ada enam reseller yang tertipu iming-iming Gischa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan Gischa telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (17/11/2023).

“Sehingga pada 17 November 2023, kami tetapkan sebagai tersangka yang GDA ini dan kami melakukan penahanan mulai hari Jumat kemarin,” ujar Susatyo dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/11/2023).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Polres Metro Jakarta Pusat menerima enam laporan terkait aksi penipuan Gischa.

Enam laporan tersebut masuk ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan kerugian keenam korban mencapai Rp 5,1 miliar.

“Yang pertama ini adalah pelopor atas nama VS Rp 1,350 miliar itu atau 700 tiket. Yang kedua lapor AS ini miliar 1,030 miliar atau 600 tiket,” terang Susatyo, dilansir Wartakotalive.com.

“Yang ketiga MF Rp 1,3 miliar atau 500 tiket, kemudian yang keempat pelapor SG itu Rp 73 juta, kemudian korban AR ini Rp 1,3 miliar atau 400 tiket dan yang terakhir lapor CL ini Rp 230 juta,” lanjutnya.

Kasus ini bermula saat Gischa ikut mencari atau war tiket Coldplay pada Mei 2023 lalu.

Dari situ, Gischa kemudian menawarkan kepada teman-temannya untuk menjadi reseller tiket Coldplay.

Gischa berdalih tiket akan diberikan jelang konser Coldplay dimulai.

“Setelah war tiket, yang sekitar bulan Mei, GDA (Gischa Debora Aritonang) ini ikut war tiket dan sudah diserahkan. Kemudian, GDA ini menawarkan kepada teman-temannya sebagai reseller dengan dalih tiket tersebut adalah tiket komplimen yang dijanjikan akan didapat menjelang pelaksanaan (konser) Coldplay,” beber Susatyo.

Kepada teman-temannya, Gischa mengaku kenal dekat dengan pihak promotor.

Dari penipuan tersebut, Gischa meraup keuntungan Rp 250 ribu per tiket.

“Yang bersangkutan meyakinkan kenal dengan perantara atau pihak promotor. Padahal sampai bulan Mei dengan November, tidak ada komunikasi apapun dengan pihak perantara atau tiket, dan sebagainya,” ungkap Susatyo.

“Motifnya bahwa tersangka mengambil keuntungan Rp250 ribu per tiket,” imbuh dia.

Menurut Susatyo, Gischa sejak awal sudah berniat menipu karena menargetkan keuntungan hingga Rp 250 ribu per tiket.

Gischa sendiri memang sebelumnya sudah menjadi reseller tiket konser internasional sejak 2022.

“Jadi profilnya bahwa tersangka ini sejak tahun 2022 itu sudah sering menjadi reseller tiket konser-konser internasional dan biasanya menurut keterangan tersangka itu bisa didapatkan,” jelas Susatyo.

“Tetapi kali ini tersangka tidak bisa menghadirkan tiket yang dijanjikan pada konser Coldplay,” lanjut dia.

Beli Barang Branded Pakai Uang Hasil Menipu

Uang hasil menipu penggemar Coldplay, diketahui digunakan Gischa Debora Aritonang untuk membeli barang-barang bermerek.

Barang-barang itu dibeli Gishca antara Mei hingga November 2023.

Selama waktu tersebut, gadis berusia 19 tahun ini melakukan penipuan tiket Coldplay.

Oleh pihak kepolisian, barang-barang bermerek yang dibeli Gischa telah disita sebagai barang bukti.

“Total barang bukti (barang bermerek) ini kurang lebih Rp600 juta,” kata Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Selain barang bernilai total Rp600 juta, Ghisca juga diketahui telah menggunakan uang hasil pemesanan tiket itu untuk kebutuhan pribadi.

Adapun uang yang ia habiskan untuk keperluan pribadinya mencapai senilai Rp2 miliar.

“Dan saat ini kami masih melakukan pendalaman perkembangan uang atau barang hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka,” jelasnya.

Meski demikian, Susatyo mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami aliran dana penipuan tiket Coldplay oleh Gischa.

Pasalnya, Gischa diketahui sempat pelesiran ke luar negeri dalam kurun waktu Mei hingga November 2023.

Tetapi, belum diketahui apakah Gischa menggunakan uang hasil penipuan untuk bepergian ke luar negeri.

Pendalaman juga dilakukan terkait isu Gischa menyimpan uang hasil menipu di sebuah bank di Belanda.

“Sampai saat ini kami masih mendalami semua informasi yang diberikan oleh masyarakat terkait ada yang mengalir ke Belanda. Kami juga sudah menyita paspor ya, kami cek perjalanannya dan apa yang dilakukan di luar negeri,” terang Susatyo.

Atas perbuatannya, Gischa dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman masing-masing adalah empat tahun penjara.

Cerita Korban

FF mengaku masih jengkel mengingat kejadian saat konser Coldplay, Rabu (15/8/2023) malam.

Dia dan puluhan orang lain sudah dari siang menunggu di area sekitar GBK setelah dijanjikan bakal dibagikan tiket dan diantar masuk ke pintu masuk sesuai kategori.

“Jam 20.00 WIB itu si A bilang di grup WhatsApp, ‘sorry ya guys hasilnya zonk’” ucapnya.

“Kami kecewa kenapa enggak diinfokan dari awal? Biar bisa cari tiket di venue langsung dan harganya masih masuk akal. Kalau beli dari calo harganya sudah enggak ngotak,” sambungnya.

Cerita penipuan tiket konser yang dialami FF berawal pada Mei lalu. Saat itu, pacarnya dapat kabar dari teman kuliahnya si A kalau dia menjual tiket konser Coldplay per kategori seperti yang dijual resmi.

Meskipun waktu itu belum ada informasi resmi kalau band asal Inggris tersebut bakal manggung di Jakarta, tapi si A kata FF, mengeklaim tahu dari kenalannya yang bekerja di agensi PK Entertainment. Dan, si A tersebut sudah terkenal sering menjual tiket konser.

FF dan pacarnya percaya dan membeli dua tiket untuk kategori 2 seharga Rp 2,6 juta, jauh di bawah harga resmi. Tak ada kecurigaan kendati harga yang ditawarkan lebih murah. Ia mengira itu adalah harga ‘early bird’ seperti yang biasa terjadi di konser-konser lain.

“Saya deal dan langsung transfer Rp 5,2 juta. Si A ini bilang penukaran tiket fisik H-1 sebelum konser,” ujarnya.

Bolos Kuliah

Gischa Debora Aritonang diketahui merupakan mahasiswi program studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trisakti.

Menurut keterangan Kepala Humas Universitas Trisakti, Dewi Priandini, Gischa selama ini kerap bolos kuliah. Bahkan, Gischa tak mengambil sistem kredit semester (SKS) sesuai ketentuan.

Selain suka membolos, Gischa pernah berbohong kepada orang tua hingga menyebabkan keributan.

“Menurut ceritanya dari teman-teman di dosen Fakultas Ekonomi, Gischa ini orang tuanya waktu semester awal sempat datang juga, tapi sempat marah-marah karena si Gischa ini maaf aja, bohong sama orang tua,” ujar Dewi kepada Wartakotalive.com, Jumat (17/11/2023).

Kala itu, orang tua Gischa marah dan menganggap pihak Universtas Trisaksi tak memerhatikan putrinya sehingga banyak mata kuliah yang tak lulus.

Padahal, hal itu terjadi akrena Gischa jarang masuk ke kampus untuk belajar. “Gischa itu cantik, tapi suka bohong, sampai malas gitu kata dosen,” kata Dewi.

“Jadi pas orang tua datang itu marah karena apa yang disampaikan Gischa sama fakultas bertolak belakang. Jadi dosen-dosennya sempat bilang gitu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dewi berujar tabiat bohong Gischa sudah terdeteksi saat semester satu. Kendati begitu, Dewi menyebut jika Gischa tak ada masalah dalam sistem pembayaran uang pangkal atau semesteran.

Kini, pihak kampus masih mencoba menghubungi Gischa untuk mengonfirmasi kejadian viral yang terkait penipuan tersebut.

Pasalnya, Gischa dan keluarga sudah tidak bisa dihubungi lagi. “Kami coba cari tahu juga tapi ternyata lost contact (hilang kontak). Kami hanya meminta data data dari universitas. Oh ternyata tidak aktif,” pungkasnya.

Sumber : tribunnews.com

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Informasi Online Teraktual Tentang Medan Berisikan Kabar Seputar Kota Medan - All Local Talent in Medan City Support by GoogleNews.

Berita Terbaru

Sumatera Terkini