Kamis, Desember 7, 2023

Rangkap Jabatan Kepsek Dan Pengangkatan PPPK Di Dominasi Keluarga Oknum Kepsek, Sementara Honorer Belasan Tahun Tak Di Angkat

Share

DUTAMEDAN.COM – Langkat (Sumut ), Sedikitnya ada 3 Sekolah Dasar ( SD ) Negeri di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat dalam beberapa tahun di jabat oleh Pelaksana Tugas ( Plt ) Kepala Sekolah ( Kepsek ) merangkap sebagai Kepsek defenitif di sekolah SD lain , hal ini di sebabkan memasuki masa pensiun dan berbagai alasan lain.

Rangkap Jabatan Kepsek Dan Pengangkatan Pppk Di Dominasi Keluarga Oknum Kepsek Sementara Honorer Belasan Tahun Tak Di Angkat

Akibat rangkap jabatan Kepsek berdampak minim nya perhatian perawatan sarana dan prasarana gedung sekolah , dan lemahnya pengawasan terhadap guru sehingga sedikit banyak terganggu pengawasan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar murid, tentunya hal ini terjadi setelah mendapatkan ijin dari atasan alias tau sama tau, Jum’at ( 17/11/2023 ) , Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumut.

Di sisi lain nya memanfaatkan kesempatan lagi berkuasa membuat berhasil nya beberapa oknum Kepsek mendongkrak keluarganya sebagai tenaga PPPK dalam setahun belakangan ini.

Keberhasilan ini sontak membuat oknum Kepsek naik sahwat nya berupaya terus mengawal keluarga bagi yang belum lulus dan memasukkan lagi keluarga maupun kerabatnya di dalam data dapodik sebagai guru honor agar mudah di angkat PPPK kedepannya, sementara nasib guru honorer mengabdi belasan tahun meratapi nasib nya sembari berharap kebesaran yang kuasa.

Isu ini menjadi trending topik utama pembicaraan hangat bercampur rasa kekecewaan masyarakat maupun pelaku pendidik yang belum mendapat peluang akibat dugaan penyalahgunaan kekuasaan oknum Kepsek di Kecamatan Gebang seperti yang di alami beberapa guru yang sudah belasan tahun mengabdi tetapi tidak berani tampil membela hak nya bersuara, hanya mampu bergumam sedih di belakang saja.

Kesempatan lagi berkuasa adalah jalan pintas bagi oknum Kepsek untuk memasukkan keluarga dan kerabatnya kedalam data dapodik sebagai tenaga honorer guru di tengah hangatnya pengangkatan PPPK.

Sementara salah seorang Kepsek di Gebang ketika belum lama ini di sambangi ke sekolah nya belum lama ini berbincang tentang ada nya guru honorer olahraga anak seorang oknum Kepsek baru berjalan 2 tahun mengajar sudah di angkat jadi guru PPPK sang Kepsek mengatakan,
” Anak saya sebelumnya mengajar sebagai guru olah raga di masa saya menjabat, berlanjut kemudian pindah mengajar ke sekolah lain kebetulan di butuhkan , setelah sempat off. Isu pengangkatan PPPK bergulir, namun waktu itu info nya tidak ada peluang guru olahraga, entah bagaimana ceritanya di sekolah lain kog bisa lulus pengangkatan guru olahraga, sementara yang di angkat belumlah memasuki masa kerja 3 tahun, sementara syarat pengangkatan guru PPPK harus sudah lebih dari 3 tahun , anak saya saja mengajar bidang studi olah raga tapi tidak ikut karena informasi nya tidak ada jurusan olahraga, ehhh tau tau nya kog ada yang lulus PPPK ‘, kata salah seorang Kepsek di Gebang di dalam ruangan kantor nya turut mendengar bawahannya.

Berbeda ceritanya di sampaikan oleh PS salah seorang Kepsek di Gebang yang tampa sadar nyelutuk berkeluh kesah ketika di tuding dianya turut ikut membantu untuk meluluskan anaknya sebagai guru PPPK, dia nya membantah mengatakan, ” Siapa bilang anak saya lulus PPPK sampai sekarang anak saya tidak di angkat guru PPPK, bagaimana mau lulus kalau dia nya tidak linier , sementara anak saya jurusan agama Islam “, kata PS belum lama ini.

PS melanjutkan keluh kesahnya,
Di Gebang ini malah ada oknum Kepsek yang anak nya masih kuliah tetapi sudah masuk data nya sebagai guru di dapodik, ungkap nya.

Ketika di singgung enak nya suami istri rangkap jabatan sebagai Kepsek di 4 sekolah SD Negeri di Gebang, PS menjawab, ” Dalam pandangan orang enak tapi kenyataannya tidak ada lebihnya “, sebut PS.

Sarwono Kepsek SD Negeri Sanggalima rangkap jabatan sebagai Plt. SD Negeri Serapuh Desa Kwala Gebang terkait rangkap jabatan dan kondisi dinding sekolah yang buram tidak di cat, juga kondisi lantai papan yang miring ketika di komfirmasi mengatakan, ” Tidak ada yang mau jadi Kepsek, sudah pernah saya sampaikan kepada kawan kawan guru bagi yang berminat , satupun tidak ada yang berminat “, terang Sarwono.

” Sekolah itu sama sekali bagus tidak miring apa lagi mau rubuh, sudah di sokong, bahkan baru saja saya berbelanja mobiler lengkap meja kursi dan papan tulis satu remple kelas, mencapai belasan juta “, kelah Sarwono yang juga sebagai Ketua K3S SD Negeri Kecamatan Gebang.

Secara terpisah belum lama ini juga salah seorang guru di Gebang menyampaikan persoalan rangkap jabatan Kepsek di Gebang yang menurutnya bukanlah tidak ada yang mau jadi Kepsek, beliau menuturkan, ” Saya sudah sampaikan kepada Prof. DR. Ir. Johar Arifin Husen Anggota DPR RI tentang bagaimana cara nya agar SD Negeri di Gebang ini tidak lagi rangkap jabatan Kepsek nya, bahkan suami istri megang jabatan sampai dengan 4 sekolah , saya mau jadi Kepsek juga kawan kawan lain nya mau jadi Kepsek , ngapain harus mengeluarkan buang, kalau saya pribadi sepeserpun saya tidak mau di kenakan biaya apapun ” , kata guru tersebut.

Ungkapan berbeda pernah di sampaikan oleh keluarga dekat salah seorang Kepsek di Gebang menyampaikan, anak nya ( kemanakan ) sempat lulus sebagai guru olahraga di SD Negeri No. 050763 Gebang, berhubung anak kemanakan saya tidak mengajar lagi dan kerja di Kerinci Pekan Baru, Ayah nya menolak, malas bermasalah , ungkap nya.

Ridwan Siregar terkait rangkap jabatan di 2 SD Negeri, yaitu SD Negeri Bangun Sari menurut masyarakat hanya sesekali berada di tempat, dan di lain tempat menjabat sebagai Plt. Kepsek SD Negeri Kwala Gebang , sempat terpantau asbes langit langit yang pecah bolong ketika di komfirmasi enggan berkomentar, Jum’at ( 17/11/2023) Via WhatsApp. ( AYR )

Editor : L bagus

DUTAMEDAN.COM – Langkat (Sumut ), Sedikitnya ada 3 Sekolah Dasar ( SD ) Negeri di Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat dalam beberapa tahun di jabat oleh Pelaksana Tugas ( Plt ) Kepala Sekolah ( Kepsek ) merangkap sebagai Kepsek defenitif di sekolah SD lain , hal ini di sebabkan memasuki masa pensiun dan berbagai alasan lain.

Rangkap Jabatan Kepsek Dan Pengangkatan Pppk Di Dominasi Keluarga Oknum Kepsek Sementara Honorer Belasan Tahun Tak Di Angkat

Akibat rangkap jabatan Kepsek berdampak minim nya perhatian perawatan sarana dan prasarana gedung sekolah , dan lemahnya pengawasan terhadap guru sehingga sedikit banyak terganggu pengawasan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar murid, tentunya hal ini terjadi setelah mendapatkan ijin dari atasan alias tau sama tau, Jum’at ( 17/11/2023 ) , Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumut.

Di sisi lain nya memanfaatkan kesempatan lagi berkuasa membuat berhasil nya beberapa oknum Kepsek mendongkrak keluarganya sebagai tenaga PPPK dalam setahun belakangan ini.

Keberhasilan ini sontak membuat oknum Kepsek naik sahwat nya berupaya terus mengawal keluarga bagi yang belum lulus dan memasukkan lagi keluarga maupun kerabatnya di dalam data dapodik sebagai guru honor agar mudah di angkat PPPK kedepannya, sementara nasib guru honorer mengabdi belasan tahun meratapi nasib nya sembari berharap kebesaran yang kuasa.

Isu ini menjadi trending topik utama pembicaraan hangat bercampur rasa kekecewaan masyarakat maupun pelaku pendidik yang belum mendapat peluang akibat dugaan penyalahgunaan kekuasaan oknum Kepsek di Kecamatan Gebang seperti yang di alami beberapa guru yang sudah belasan tahun mengabdi tetapi tidak berani tampil membela hak nya bersuara, hanya mampu bergumam sedih di belakang saja.

Kesempatan lagi berkuasa adalah jalan pintas bagi oknum Kepsek untuk memasukkan keluarga dan kerabatnya kedalam data dapodik sebagai tenaga honorer guru di tengah hangatnya pengangkatan PPPK.

Sementara salah seorang Kepsek di Gebang ketika belum lama ini di sambangi ke sekolah nya belum lama ini berbincang tentang ada nya guru honorer olahraga anak seorang oknum Kepsek baru berjalan 2 tahun mengajar sudah di angkat jadi guru PPPK sang Kepsek mengatakan,
” Anak saya sebelumnya mengajar sebagai guru olah raga di masa saya menjabat, berlanjut kemudian pindah mengajar ke sekolah lain kebetulan di butuhkan , setelah sempat off. Isu pengangkatan PPPK bergulir, namun waktu itu info nya tidak ada peluang guru olahraga, entah bagaimana ceritanya di sekolah lain kog bisa lulus pengangkatan guru olahraga, sementara yang di angkat belumlah memasuki masa kerja 3 tahun, sementara syarat pengangkatan guru PPPK harus sudah lebih dari 3 tahun , anak saya saja mengajar bidang studi olah raga tapi tidak ikut karena informasi nya tidak ada jurusan olahraga, ehhh tau tau nya kog ada yang lulus PPPK ‘, kata salah seorang Kepsek di Gebang di dalam ruangan kantor nya turut mendengar bawahannya.

Berbeda ceritanya di sampaikan oleh PS salah seorang Kepsek di Gebang yang tampa sadar nyelutuk berkeluh kesah ketika di tuding dianya turut ikut membantu untuk meluluskan anaknya sebagai guru PPPK, dia nya membantah mengatakan, ” Siapa bilang anak saya lulus PPPK sampai sekarang anak saya tidak di angkat guru PPPK, bagaimana mau lulus kalau dia nya tidak linier , sementara anak saya jurusan agama Islam “, kata PS belum lama ini.

PS melanjutkan keluh kesahnya,
Di Gebang ini malah ada oknum Kepsek yang anak nya masih kuliah tetapi sudah masuk data nya sebagai guru di dapodik, ungkap nya.

Ketika di singgung enak nya suami istri rangkap jabatan sebagai Kepsek di 4 sekolah SD Negeri di Gebang, PS menjawab, ” Dalam pandangan orang enak tapi kenyataannya tidak ada lebihnya “, sebut PS.

Sarwono Kepsek SD Negeri Sanggalima rangkap jabatan sebagai Plt. SD Negeri Serapuh Desa Kwala Gebang terkait rangkap jabatan dan kondisi dinding sekolah yang buram tidak di cat, juga kondisi lantai papan yang miring ketika di komfirmasi mengatakan, ” Tidak ada yang mau jadi Kepsek, sudah pernah saya sampaikan kepada kawan kawan guru bagi yang berminat , satupun tidak ada yang berminat “, terang Sarwono.

” Sekolah itu sama sekali bagus tidak miring apa lagi mau rubuh, sudah di sokong, bahkan baru saja saya berbelanja mobiler lengkap meja kursi dan papan tulis satu remple kelas, mencapai belasan juta “, kelah Sarwono yang juga sebagai Ketua K3S SD Negeri Kecamatan Gebang.

Secara terpisah belum lama ini juga salah seorang guru di Gebang menyampaikan persoalan rangkap jabatan Kepsek di Gebang yang menurutnya bukanlah tidak ada yang mau jadi Kepsek, beliau menuturkan, ” Saya sudah sampaikan kepada Prof. DR. Ir. Johar Arifin Husen Anggota DPR RI tentang bagaimana cara nya agar SD Negeri di Gebang ini tidak lagi rangkap jabatan Kepsek nya, bahkan suami istri megang jabatan sampai dengan 4 sekolah , saya mau jadi Kepsek juga kawan kawan lain nya mau jadi Kepsek , ngapain harus mengeluarkan buang, kalau saya pribadi sepeserpun saya tidak mau di kenakan biaya apapun ” , kata guru tersebut.

Ungkapan berbeda pernah di sampaikan oleh keluarga dekat salah seorang Kepsek di Gebang menyampaikan, anak nya ( kemanakan ) sempat lulus sebagai guru olahraga di SD Negeri No. 050763 Gebang, berhubung anak kemanakan saya tidak mengajar lagi dan kerja di Kerinci Pekan Baru, Ayah nya menolak, malas bermasalah , ungkap nya.

Ridwan Siregar terkait rangkap jabatan di 2 SD Negeri, yaitu SD Negeri Bangun Sari menurut masyarakat hanya sesekali berada di tempat, dan di lain tempat menjabat sebagai Plt. Kepsek SD Negeri Kwala Gebang , sempat terpantau asbes langit langit yang pecah bolong ketika di komfirmasi enggan berkomentar, Jum’at ( 17/11/2023) Via WhatsApp. ( AYR )

Editor : L bagus

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Informasi Online Teraktual Tentang Medan Berisikan Kabar Seputar Kota Medan - All Local Talent in Medan City Support by GoogleNews.

Berita Terbaru

Sumatera Terkini