Home index Daftar Trotoar Jalan yang Segera Ditata, Rico Waas: Perencanaan Harus Matang, Humanis...

Daftar Trotoar Jalan yang Segera Ditata, Rico Waas: Perencanaan Harus Matang, Humanis dan Estetis

0
Daftar Trotoar Jalan yang Segera Ditata, Rico Waas: Perencanaan Harus Matang, Humanis dan Estetis

MEDAN, DUTAMEDAN.COM – Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa penataan trotoar di Kota Medan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, pendekatan yang humanis, serta mempertimbangkan aspek estetika agar memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.

Dalam rapat penataan trotoar yang digelar di rumah dinasnya pada Kamis (2/4), Rico Waas menyoroti pentingnya konsep pembangunan yang tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki kualitas jangka panjang. Ia menilai pembangunan infrastruktur, khususnya trotoar, harus dirancang dengan standar yang jelas dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Pembangunan Medan harus mempunyai konsep yang benar. Sekali dibangun harus bertahan lama,” tekan Rico Waas saat memimpin rapat penataan trotoar di sejumlah lokasi, Kamis (2/4), di rumah dinasnya.

Desain Trotoar Harus Fleksibel dan Sesuai Kondisi Lapangan

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa desain trotoar tidak boleh dibuat seragam di seluruh wilayah kota. Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi lebar jalan, aktivitas masyarakat, hingga kebutuhan fungsi ruang.

Ia mengingatkan agar perencanaan dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan memaksakan satu konsep yang sama untuk seluruh titik pembangunan.

“Perencanaan itu harus menyesuaikan kondisi di lapangan. Jangan dipaksakan sama semua, tetapi lihat per blok dan sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Plt Kepala Dinas SDABMBK Ferri Ichsan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Suriono.

Pendekatan berbasis kebutuhan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kota sekaligus memperkuat identitas kawasan, sehingga trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga menjadi bagian dari estetika kota.

Peningkatan Kualitas Infrastruktur Jadi Prioritas

Rico Waas turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas trotoar di Kota Medan. Ia menilai, pembangunan ke depan tidak lagi bisa menggunakan standar lama, melainkan harus mengikuti perkembangan kebutuhan kota modern.

Menurutnya, trotoar harus dirancang dengan kualitas yang lebih baik, baik dari segi material, desain, maupun daya tahan, sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat secara optimal.

“Jangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik,” tegas Rico Waas.

Ia juga menegaskan bahwa peran perencana sangat krusial dalam memastikan setiap pembangunan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, sekaligus menciptakan ruang publik yang nyaman dan aman.

Perhatikan Drainase, Pencahayaan, dan Akses Disabilitas

Selain aspek desain, Wali Kota Medan juga mengingatkan agar pembangunan trotoar memperhatikan berbagai elemen pendukung lainnya. Hal ini mencakup penggunaan material yang tepat, sistem drainase yang baik, pencahayaan yang memadai, hingga akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, trotoar tidak boleh hanya dipandang sebagai jalur berjalan kaki, melainkan sebagai ruang publik yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas kota lainnya.

“Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas,” kata Rico Waas.

Integrasi antara jalur pejalan kaki, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum diharapkan mampu menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hindari Pekerjaan Terburu-buru Tanpa Perencanaan

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga mengingatkan agar proyek penataan trotoar tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang. Ia menilai, pekerjaan yang dilakukan tanpa kajian yang jelas justru berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya menutup jalan tanpa perencanaan yang baik. Masyarakat jadi tidak nyaman,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan perencanaan secara detail di setiap titik pekerjaan, termasuk mempertimbangkan kondisi jalan yang sempit, kebutuhan parkir, serta arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Pendekatan ini dinilai penting agar proses pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan, sekaligus memastikan hasil akhir sesuai dengan harapan.

Sejumlah Ruas Jalan Jadi Fokus Penataan

Adapun sejumlah ruas jalan yang direncanakan akan menjadi prioritas dalam penataan trotoar meliputi Jalan HM Yamin, Jalan Zainul Arifin, Jalan Juanda, Jalan Monginsidi, Jalan Setia Budi, Jalan Masjid Raya hingga Jalan Mahkamah, serta Jalan Brigjen Katamso di kawasan Masjid Raya Al Mashun dan Istana Maimun.

Penataan di titik-titik ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat wajah Kota Medan sebagai kota yang ramah bagi masyarakat dan wisatawan.

Penutup

Rico Waas menegaskan bahwa seluruh proses penataan trotoar harus dirancang dengan detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik secara visual, tetapi juga benar-benar dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Semua harus direncanakan secara detail dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Intinya, kita ingin hasil yang terbaik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red/01).

Exit mobile version