Rabu, Februari 4, 2026

[OPINI] Lukas Enembe Meninggal Akibat Sakit Bukan Dibunuh

Share

DUTAMEDAN.COM – Didalam group WatsApp beredar berbagai narasi ancaman kecaman caci-maki. Parahnya lagi ancaman itu ditujukan pada pihak yang tak tahu-menahu seperti pada penulis tanpa tahu apa penyakit yang diderita “tersangka” KPK RI itu tapi dituduh terlibat secara sembarang, malah dianggap bertanggungjawab atas meninggalnya Lukas Enembe.

Persoalan kematian Lukas Enembe membawa duka dan petaka. Duka karena para pendukungnya merasa kehilangan. Petaka karena membawa musibah lain dan baru Pj Gubernur Papua Haji Muhammad Tidhwan Rumasukun menjadi korban lemparan batu hingga berdarah-darah.

Padahal beliau (Lukas Enembe) meninggal karena sakit yang dideritanya sejak lama sebelum ditangkap paksa oleh Polda Papua menjadi tahanan KPK RI atas tuduhan korupsi Gratifikasi Dana Otsus Papua.

Bahkan daftar nama disusun sebagai orang yang dianggap sebagai pembunuh tanpa bagaimana proses membunuhnya apakah menggunakan senjata api (pistol), pisau, kampak, racun, tanpa jelas dianggap sebagai penyabab meninggalnya Lukas Enembe.

Adapun daftar Nama yang mereka susun dituduh pembunuh Lukas Enembe adalah Mahfud MD Menkopolhukam RI, Ketua KPK RI, dan seterusnya daftar nama secara lengkap bisa lihat lampiran berikut. (Baca terus sampai selesai).

Tapi benarkah Lukas Enembe dibunuh (dan) oleh orang-orang (yang disebutkan diatas) itu sebagai pelaku pembunuh Lukas Enembe? Tidak!

Fitnah Tanpa Dasar

Tuduhan mereka sama sekali tidak benar, tuduhan tanpa dasar. Jika benar mereka bunuh Lukas Enembe atau sebagai pihak yang bertanggungjawab atas meninggalnya Lukas Enembe. Pertanyaannya adalah mereka bunuh pakai apa? Pakai racun, pakai peluru, pakai tombak, pakai pisau, parang, pakai kampak atau pakai apa? Lagi-lagi tuduhan tak masuk akal.

Tim Nanggala Tembak Mati 5 Separatis Papua di Pegunungan Bintang, 3 Senjata Ikut Disita

Jawabannya tuduhan itu tidak benar, tidak berdasar sama sekali. Pembuktian secara nalar (logika) tidak benar, kecuali hanya fitnah dan masuk kategori provokator untuk mengacaukan siatuasi Kantibmas Wilayah Papua.

Mereka sejatinya para provokator pembuat onar dan pengadu – domba sesama rakyat Papua agar terjadi konflik horizontal sesama warga sipil Papua.

Logika Terbalik

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Media Informasi Online Teraktual-Terupdate-Tercepat Mengulas Tentang Berita Terkini Berisikan Kabar Seputar Identitas Nasional Indonesia. Talent in Medan City Support by GoogleNews

Berita Terbaru

Sumatera Terkini