Rabu, Februari 4, 2026

24 Atlet Difable NPC Sumut Ancam Boikot Peparnas 2024

Share

Medan, DUTAMEDAN.COM – Sebanyak 24 atlet distabilitas National Olympic Commite Indonesia (NPCI) Sumut nyatakan ancam boikot alias takkan turun berlaga pada ajang Pekan Olahraga Peparnas 2024.

Ancaman boikot takkan turun membela nama baik Sumut selaku tuan rumah ajang Peparnas 2024, sangat beralasan. Sebab atlet difable daerah ini menilai Pemprovsu telah melakukan diskriminasi terhadap mereka khususnya soal pemberian tali asih, dimana atlet umum diberikan bonus.

Sedangkan mereka hanya sebagai penonton. Padahal baik atĺet umum dan difable sama-sama telah mengharumkan nama baik bangsa dan negara dievent ASEAN Para Games Kamboja 2023 lalu menyumbangkan
20 emas, 17 perak, dan 12 perunggu serta membawa Indonesia juara umum tiga kali beruntun. Begitu juga diajang Asian Para Games 2023 Hangzhou, atlet NPC Sumut menorehkan 8 emas, 5 perak, dan 4 perunggu.

Dan buntut dari hal itulah, para atlet difable NPC Sumut langsung putar haluan lebih mengedepankan event Paralimpiade (Paralimpic) 2024 di Prancis. Walau selama ini NPC Sumut sudah menyiapkan 53 atlet yang masuk program PSJ sejak tahun 2023 untuk menghadapi Peparnas.

Seperti Eko Syahputra dari cabor Para atletik nomor 100m, 200m, 400m dan estafet khusus kelas T14 atau Y Pralympic yang masuk ranking 10 besar dunia di nomor lari 100 meter T12 putra saat ditemui di Medan, Selasa (2/1/2024) menyatakan dengan tegas kalau dia sangat kecewa atas diskriminasi yang dilakukan Pemprovsu soal dana tali asih yang diberikan kepada atlet umum.

Eko yang punya catatan waktu terbaik dengan meraih emas Asian Para games 2023 hangzhou dengan 11,20 detik sangat sedih. Sebab semua yang dilakukan dengan mencurahkan pikiran, tenaga demi nama baik bangsa khususnya untuk Sumut, berakhir sia-sia.

“Padahal Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi Dodo telah mengatakan, jangan ada perbedaan antara atlet normal dengan distabilitas. Kalau dia berhasil mengharumkan nama bangsa dan negara dievent internasional, maka berikan padanya tali asih yang sama dengan yang normal,” kata Eko meneruskan bahasa Peesiden RI itu dengan nada kesal.

Dan kalau hal ini tak segera ditanggapi serius oleh Pemprovsu, maka jangan salah dirinya tak turun memperkuat daerah ini pada Peparnas 2024 nanti.

“Jujur saya manusia biasa yang butuh penghargaan. Sebab saya selaku atlet yang mengeluarkan keringat, tenaga dan pikiran serta keluarga, sangat berharap penghargaan itu. Kan tak etis masak peraih medali emas diajang internasional dilupakan begitu saja. Marilah sama-sama kita profesional,” pungkas Eko.

Sementara Syahrul Sulaiman dari cabor Blind Judo juga mengatakan, sangat menyesali adanya diskriminasi yang dilakukan Pemprovsu soal tali asih terhadap atlet difable.

“Saya ada dapat kabar mengenai maju atau mundurnya ajang multi event di Aceh-Sumut, karena Pemilu. Tapi masalah diskriminasi tersebut saya dengar. Dan soal Peparnas 2024, lebih baik kami tak dipakai walau dipersiapkan dari pada dipakai tapi tak dipersiapkan,” kata Syahrul tegas.

Menurut Syahrul, sebenarnya masalah diskriminasi terhadap sekelompok orang ataupun perorangan, merupakan hal biasa didalam realita kehidupan.

Namun harus juga dipikirkan ke bawah, bagaimana kelanjutan para atlet-atlet yang dipersiapkan menghadapi Peparnas 2024, apakah dilakukan juga hal yang sama.

Artinya pemerintah daerah ini harus lebih bijak dengan melihat lebih ke bawah lagi terhadap regenerasi atlet distabilitas dan jangan perhatian itu diberikan pada atlet normal saja. Apalagi mereka sudah dipersiapkan dengan mengikuti program pembinaan serius oleh NPC Sumut berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Ayo mari berpikir realita agar semua dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Sedangkan mengenai boikot, akan saya serahkan ke NPC saja. Sebab saya besar karena NPC Sumut,” pungkasnya.

Sedangkan Nur Ferry Pradana dari cabor Para Atletik T 47 Sprinter mengatakan, seharusnya Pemprovsu tidak harus melakukañ itu. Sebab apa yang dibuat Pemprovsu, jelas telah melukai perasaan para atlet difable yang sama-sama dengan atlet normal berjuang untuk mengharumkan nama baik bangsa dan negara bahkan daerah dipentas internasional dengan torehan medali emas.

“Memang kami tau, kami ada kekurangan dari atlet normal. Namun kekurangan itu tak jadi penghalang bagi kami untuk mengharumkan nama baik Indonesia dipentas dunia. Dan itu sudah kami buktikan dengan prestasi maksimal,” kata Ferry saat ini bersama Eko Syahputra menjalani program Pelatnas di Solo, Jawa Tengah dengan nada sedih.

Ferry mengatakan, semua atlet yang berhasil meraih kemenangan pastilah membutuhkan perhatian agar dapat membanggakan nama baik daerah, organisasi olahraganya, pelatih serta terutama keluarga disamping semangat tanding agar tak memudar.

“Untuk itu saya berharap sama seperti kawan-kawan atlet difable agar jangan dipandang rendah. Tapi harus disamakan juga dengan atlet non distabilitas. Dan agar kita tau semua, bahwa sanya dimata Allah semua manusia itu sama, hanya saja derajatnya yang membedakan. Jadi tolong disama ratakan mengenai tali asih,” ucap Ferry ketus.

Menurut Ferri, Pemprovsu harus tegas dan bijak menyikapi dengan adanya diskriminasi terhadap atlet distabilitas NPC Sumut yang telah bersusah payah berjuang di event internasional.

Terakhir di ASEAN Para Games 2023 Kamboja, Sumut menyumbangkan 20 emas, 17 perak, dan 12 perunggu sekaligus membawa Indonesia hattrick (juara umum tiga kali beruntun). Sedangkan diajang Asian Para Games 2023 Hangzhou, atlet NPC Sumut kembali sumbangkan 8 emas, 5 perak, dan 4 perunggu.

“Artinya di bawah kepemimpinan Alan Sastra Ginting selaku Ketua Umum NPC Sumut, yang tak pernah berhenti dan selalu bergerak cepat melakukan pembinaan regenerasi atlet, harus disikapi serius dengan tak adanya perbedaan. Sebab kalau ini terus dibiarkan, maka saja juga nyatakan boikot untuk Peparnas 2024,” pungkas Ferry mengakhiri. (ayke/red)

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Media Informasi Online Teraktual-Terupdate-Tercepat Mengulas Tentang Berita Terkini Berisikan Kabar Seputar Identitas Nasional Indonesia. Talent in Medan City Support by GoogleNews

Berita Terbaru

Sumatera Terkini