Kamis, Februari 12, 2026

Ini Pesan Ustadz Muslim Istiqomah Di Hari Besar Keagamaan, Jangan Lupa Jaga Kesehatan Konsumsi Madu Santri

Share

TEBING TINGGI, DUTAMEDAN.COM – Libur hari besar keagamaan akhir tahun masehi merupakan kesempatan bisa dimanfaatkan untuk bertamasya, bersilaturahmi dengan keluarga, dan menjalin hubungan baik dengan kerabat.

Ustadz Muslim Istiqomah mengingatkan untuk tetap berhati-hati di perjalanan, memeriksa kendaraan, melengkapi surat-surat, dan mematuhi aturan lalu lintas, guna mencapai tujuan dengan aman dan nyaman.

Selain itu, katanya, untuk menjaga kesehatan menjadi prioritas penting, terutama di akhir tahun masehi. Ustadz Sarifudin Sinaga menyarankan untuk mengonsumsi Madu Santri. Madu ini telah memiliki izin dan sertifikat, bersertifikat halal, dan dirukyah dengan ayat-ayat dan doa-doa yang memberikan kekuatan. Dengan meminumnya sebanyak dua sendok makan pagi, siang, dan sore, madu ini dapat memberikan manfaat kesehatan, kesegaran, bahkan meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurutnya, Madu Santri bukan hanya bermanfaat bagi orang dewasa, namun juga sangat baik untuk anak-anak, remaja, dan lansia. Selain menjaga kesehatan fisik, madu ini juga diyakini dapat mencerdaskan anak-anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Imunisasi tubuh yang prima menjadi kunci utama untuk mencegah berbagai macam penyakit.

“Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, menghormati perbedaan keyakinan, dan menjaga kesehatan bersama, Indonesia terus menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga. Semoga semangat saling menghormati dan menjaga harmoni antar umat beragama terus tumbuh di negeri ini,” kata Ustadz Muslim Istiqomah.

Ustadz Muslim Istiqomah menekankan pentingnya menjaga kerukunan hidup antar umat beragama.

“Kita sebagai umat Islam menghormati keyakinan mereka, silakan merayakan hari besar seperti Natal dengan damai, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan prinsif kebebasan beragama dengan firman-Nya, “Lakum Dinukum Waliyadin.”

Yang berarti, “Bagimu agamamu dan bagi kami agama kami.”

Pesan ini mengajarkan untuk menghormati dan menghargai keyakinan orang lain, tanpa menyakiti perasaan mereka. Rasulullah SAW telah memberikan contoh tauladan ini sejak dulu, menjadi landasan penting untuk hidup berdampingan dengan damai.

Indonesia, sebagai negara dengan beragam kepercayaan, mengusung semangat toleransi. Umat Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu hidup berdampingan dengan rasa saling menghormati. Setiap agama memiliki haknya sendiri untuk merayakan hari-hari besar sesuai dengan keyakinan masing-masing. (sarifudin sinaga)

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Media Informasi Online Teraktual-Terupdate-Tercepat Mengulas Tentang Berita Terkini Berisikan Kabar Seputar Identitas Nasional Indonesia. Talent in Medan City Support by GoogleNews

Berita Terbaru

Sumatera Terkini