Kamis, November 30, 2023

Seakan Kebal Hukum, Galian C Diduga Ilegal Rusak Ekosistem Sungai Ular di Sergai

Share

PERBAUNGAN, DUTAMEDAN.COM – Galian C diduga Ilegal bebas beroperasi di bantaran Sungai Ular di Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, perbatasan Kabupaten Deli Serdang, dengan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Padahal, pengerukan galian C sepanjang daerah aliran sungai (DAS) ular yang sudah berlangsung sekitar dua bulan itu dapat merusak ekosistem, namun seakan kebal hukum hingga saat ini tidak ada tanda-tanda untuk di tertibkan dari aparat berwenang.

Pantauan Waspada Online, Sabtu (18/11), tampak belasan truk antre menunggu giliran muatan tanah dari alat berat excavator. Tak hanya itu, jalan benteng yang biasa digunakan masyarakat juga terlihat rusak akibat kerap dilalui truk.

Bahkan, pengorekan galian C di sepanjang bantaran Sungai Ular itu tidak hanya di Kabupaten Sergai, namun juga terjadi di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Tentunya kegiatan yang merusak ekosistem sungai ini dikhawatirkan akan mengakibatkan bencana besar bagi masyarakat.

“Jadi benteng itu sudah dibangun dari jaman dulu sebagai penahan banjir, kalau di korek seperti ini dan ketika Sungai Ular meluap gak ada lagi penahannya,” kata salah seorang warga Batang Terap yang tidak ingin disebut namanya.

Warga menyebut, kagiatan pengorekan tanah di bantaran sungai ular diduga mendapatkan restu dari aparat terkait, karena sudah sekitar dua bulan kagiatan yang diduga tidak memiliki izin berjalan mulus tanpa ada tindakan dari aparat berwenang.

“Mulus aja orang ni ngorek tanah ini, padahal bisa merusak lingkungan sungai. Heran kita kemana aparat penegak hukumnya,” ujarnya.

Kasatpol PP Kabupaten Sergai M Wahyudi mengatakan, pada hari Kamis (16/11) kemarin, pihaknya sudah turun ke lokasi galian C di bantaran Sungai Ular yang tidak memiliki izin tersebut.

“Jadi, dikawasan itu ada dua titik yang melaksanakan galian C. Surat peringatan untuk pemberhentian sementara juga sudah kita layangkan kepada yang bersangkutan sampai mereka menerbitkan izinnya,” papar Wahyudi.

Ia menyebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Serdang Bedagai (Sergai) untuk menindaklanjuti galian C ilegal di bantaran sungai ular.

“Hari Senin (20/11) kami akan mengecek kembali, kalau mereka masih beroperasi akan kita tutup paksa,” tegasnya. (wol/rzk/d1) Editor AGUS UTAMA

Duta Medan
Duta Medanhttps://dutamedan.com
Duta Informasi Online Teraktual Tentang Medan Berisikan Kabar Seputar Kota Medan - All Local Talent in Medan City Support by GoogleNews.

Berita Terbaru

Sumatera Terkini